Rasanya katrok sekali. Setelah sekian lama Google Earth diluncurkan, baru kali ini aku men-download aplikasi yang (katanya) cukup revolusioner ini. Bukannya kenapa-kenapa, dulu aku paling malas men-download aplikasi berukuran lebih dari 20 MB, apalagi kalau aplikasi itu dirasa kurang diperlukan.
Tapi rasa penasaran memang bisa mengalahkan segalanya. Apalagi setelah mengecek quota bandwidth Telkom Speedy untuk bulan ini yang memang baru dimanfaatkan sedikit, akhirnya pagi tadi aku sukses juga men-download aplikasi yang total berukuran lebih dari 22 MB ini dan mencoba melakukan instalasi di laptop dengan sistem operasi Linux Ubuntu.
Untungnya setelah proses instalasi selesai, aplikasi Google Earth ini bisa dijalankan tanpa masalah di laptop, dengan catatan: tidak dalam mode full screen. Karena sepertinya untuk dijalankan dalam mode full screen, Google Earth membutuhkan hardware dengan processor, RAM, video card dan juga koneksi internet yang spesifikasinya jauh lebih tinggi.
Setelah keliling dunia kesana-kemari, tidak afdhol rasanya kalau belum mengetahui posisi detail rumah sendiri melalui Google Earth, dan inilah hasil screenshot-nya :-)
