Devi and TommyTidak ada satupun yang menyangka kalau pertemuan yang pertama kali terjadi pada tanggal 9 November 1997 di depan Ruang BEM Fakultas Hukum Undip, Semarang, ternyata sedikit banyak akan merubah jalan hidup kita berdua di masa yang akan datang.

Berawal dari keterlibatan dalam kepanitiaan turnamen basket antar Fakultas Hukum se-Jateng & DIY yang diadakan kampus saya itulah saya pertama kali mengenal Mas Tom, yang waktu itu datang mewakili tim basket Fakultas Hukum UGM.

Setelah turnamen itu selesai, Mas Tom jadi rajin menelepon saya, bahkan sempat juga datang ke Semarang hanya demi menonton film yang waktu itu katanya belum diputar di Jogja (padahal pasti itu cuma alasan supaya bisa ketemu saya, hehehe…)

Komunikasi pun terus berlanjut, dan sekitar dua bulan setelah pertemuan pertama itu, tepatnya tanggal 10 Januari 1998, kita pun resmi berpacaran dan sepakat untuk menghadapi segala konsekuensinya, termasuk harus menjalani hubungan 120 kilometer alias hubungan jarak jauh.

Pasang-surut hubungan dijalani dengan ikhlas, termasuk tabungan kita yang masing-masing habis untuk membayar tagihan telepon rumah yang jumlahnya gila-gilaan (maklum, jaman dulu akses internet masih langka, mahal dan lambat, jadi belum bisa pakai Yahoo! Messenger dan waktu itu juga belum ada layanan telepon seluler yang per jam biayanya hanya seribu rupiah). Belum lagi biaya transportasi AKAP yang sedikit banyak juga membuat uang saku makin menipis.

Hubungan jarak jauh masih tetap berlanjut meski Mas Tom harus pindah ke Jakarta setelah kuliahnya selesai. Hanya kemudian (sayangnya) hubungan jarak jauh yang sudah dijalani dengan segala pengorbanan itu hanya bisa bertahan tiga tahun. Ketidakdewasaan kita berdua menyebabkan hubungan ini sulit untuk dipertahankan lebih lama lagi. Akhirnya bulan Januari 2001, kita pun putus hubungan.

Setelah putus, kita berdua sesekali masih tetap keep in touch melalui telepon pada tahun-tahun berikutnya, meski dalam kapasitas hanya sebagai teman tentunya, dan bukan pacar lagi.

Singkat cerita, setelah melalui berbagai kejadian dan menjalani hidup masing-masing pasca putusnya hubungan kita itu, kita berdua pun bertemu lagi di Jakarta dan membuat keputusan untuk kembali berpacaran, tepatnya tanggal 12 November 2005, atau hampir lima tahun setelah kita putus.

Tapi yang paling penting, sesuai dengan janji Mas Tom ke saya dulu… kalau kita diberikan kesempatan untuk memulai lagi hubungan ini dari awal, Mas Tom berniat untuk menikahi saya. Yah, biar bagaimanapun juga, sosok Mas Tom yang jauh lebih dewasa dan sabar dibandingkan dulu memberikan keyakinan kalau memang dialah pria yang terbaik untuk menjadi suami, pemimpin dan pembimbing saya.

Tanggal 10 Maret 2006, atau tepat pada ulang tahun Mas Tom ke-30, dia pun memberanikan diri untuk bicara dengan Oom dan Tante (calon mertua saya, waktu itu) tentang niatannya untuk melamar saya. Beliau berdua akhirnya menyetujui dan pada tanggal 19 Maret 2006, kita pun resmi bertunangan.

Our WeddingUntuk menjaga momentum yang sudah didapat, diputuskan juga kalau pernikahan akan diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Alhamdulillah, Allah SWT ternyata meridhoi niatan kita untuk menikah demi membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, karena hanya dalam waktu sekitar dua bulan setelah pertunangan, atau tepatnya pada tanggal 21 Mei 2006, kita resmi menjadi suami-isteri pada resepsi yang dihadiri seluruh keluarga, teman-teman, dan juga undangan lainnya.

Ternyata betul juga kalau ada orang yang bilang ternyata menikah itu hanya 1% enak… sementara yang 99% enak bangeeetttt, hehehe…

Lalu bagaimana rencana kita kedepan?

Suami… sudah didapat, dan sejak tanggal 17 November 2007 yang lalu, kebahagiaan kami pun makin bertambah karena kami telah dikaruniai seorang putri mungil yang cantik dan sehat, yang kami beri nama Raissa Nafisa Arvianti.

Seiring dengan kehadiran Raissa, fokus kami kini adalah menata hidup untuk menjamin kesejahteraan dan kualitas pendidikan terbaik untuk Raissa dan juga adik-adiknya kelak. Berbeda dengan ketika kami masih hidup berdua, kini kami lebih cermat dalam merencanakan keuangan. Tidak ada lagi pembelian barang-barang yang tidak terlalu kami perlukan. Ibaratnya kami berdua rela tidak makan, asalkan anak-anak kami tercukupi semua kebutuhannya, baik lahir dan batin.

Blog ini adalah blog bersama dan ditulis bergantian, kadang saya yang menulis, lain waktu mungkin Mas Tom yang menulis, meski kecenderungannya nanti Mas Tom yang akan lebih banyak menulis disini dibandingkan saya. Selain itu blog ini juga dibuat sebagai catatan pribadi untuk merekam perjalanan pernikahan kita, dimulai dari tahun pertama pernikahan, sampai kita berdua punya cucu-cucu nantinya. Amiiiinnn…

Enjoy your stay here ;)