<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>devtom.com</title>
	<atom:link href="http://www.devtom.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.devtom.com</link>
	<description>two hearts. one love. one blog.</description>
	<pubDate>Fri, 09 May 2008 17:53:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Catatan dari Singapore: Garing dan Migrain</title>
		<link>http://www.devtom.com/2008/01/30/catatan-dari-singapore-garing-dan-migrain/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2008/01/30/catatan-dari-singapore-garing-dan-migrain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 09:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<category><![CDATA[Singapore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.devtom.com/2008/01/30/catatan-dari-singapore-garing-dan-migrain/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini tanggal 30 Januari 2008, hampir genap dua bulan aku tinggal di negara tetangga yang terletak di sebelah utara Pulau Batam. Tawaran untuk pindah dan bekerja di satu perusahaan business intelligence disini yang diajukan via telepon beberapa minggu sebelum Raissa lahir sepertinya kok sayang untuk dilewatkan.
Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Yang paling berat tentunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tom" align="left" hspace="10" vspace="5" />Hari ini tanggal 30 Januari 2008, hampir genap dua bulan aku tinggal di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Singapore">negara tetangga</a> yang terletak di sebelah utara Pulau Batam. Tawaran untuk pindah dan bekerja di satu perusahaan <em>business intelligence</em> disini yang diajukan via telepon <a href="http://www.devtom.com/2007/11/15/menjelang-tanggal-17-november-2007/">beberapa minggu sebelum Raissa lahir</a> sepertinya kok sayang untuk dilewatkan.</p>
<p>Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Yang paling berat tentunya adalah menerima kenyataan kalau aku pindah ke Singapore, berarti aku harus hidup terpisah dengan Raissa dan mamanya, karena mereka tetap tinggal di Jakarta. </p>
<p>Meski <a href="http://anotherfool.wordpress.com">Oom Jaf</a> pernah bilang kalau waktu tempuh normal Singapore - Jakarta itu lebih cepat daripada waktu tempuh Sudirman - Bekasi kalau jam pulang kantor, tapi ya tetap saja&#8230; rasanya menempuh Singapore - Jakarta PP setiap akhir pekan bukanlah pilihan yang bagus, karena pasti menghabiskan energi dan jelas akan sangat mengganggu stabilitas moneter, hehehehe&#8230;</p>
<p>Makanya itu, aku merasa <em>something is missing in my life for the past 30 days</em>. Mungkin karena sekarang kalau pulang kantor, nggak ada lagi acara menggendong Raissa, mengganti bajunya, membersihkan pup, mengganti pampers-nya, dan kegiatan-kegiatan lain yang lazim dilakukan pria yang baru menjadi ayah.</p>
<p>Yang ada sekarang, setiap pulang kantor dan sampai di apartemen antara jam 8 sampai 9.30 malam, yang selalu aku lihat adalah teman satu apartemen yang sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malamnya. Karena dia dari Sri Lanka, tanpa diberitahu pun aku selalu tahu apa yang sedang dia masak. Apalagi kalau bukan kari&#8230; karena sepertinya dia nggak bisa hidup tanpa makan kari barang sehari saja, hehehehe&#8230;</p>
<p>Garing memang. Monoton sekali hidup di Singapore ini karena rasanya waktu berjalan sangat lambat. Sendirian, tanpa anak istri, sebagian besar waktu kalau hari kerja selain dihabiskan di kantor (total sekitar sebelas jam) ditambah waktu untuk menempuh perjalanan dari apartemen ke kantor (total sekitar dua jam pulang pergi dengan naik <acronym="Light Rapid Transit">LRT</acronym>, <acronym="Mass Rapid Transit">MRT</acronym> dan disambung dengan bis), masih ditambah dengan beban pekerjaan yang cukup tinggi disini, yang membuat aku kadang masih harus menghadap komputer di apartemen sampai dinihari.</p>
<p>Hasilnya? Hari ini aku ambruk&#8230; migrain-ku kumat dan terpaksa untuk pertama kalinya selama tinggal di Singapore, aku mesti periksa ke dokter untuk mendapatkan surat sakit, berhubung hari ini aku bolos kantor.</p>
<p>Dokter bilang secara keseluruhan kondisiku baik, migrain mungkin timbul karena terlalu banyak kerja di depan komputer, kurang istirahat, dan mungkin juga stress di kantor. Aku hanya disarankan untuk istirahat, minum obat yang diresepkan, dan banyak minum air putih.</p>
<p>Hmm&#8230; sepertinya memang aku harus lebih <em>easy going</em>, pasrah dan tawakal. Waktu satu bulan memang belum cukup untuk beradaptasi dengan banyak hal disini. Hidup di negeri orang, jauh dari keluarga, ditambah dengan beban pekerjaan yang cukup tinggi, pastinya memerlukan waktu yang agak panjang untuk beradaptasi secara optimal.</p>
<p>Doakan saja semoga aku bisa <em>survive</em>, karena toh aku pindah bekerja kesini demi masa depan Raissa, dan tentunya tidak lupa juga&#8230; demi uang belanja untuk mamanya :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2008/01/30/catatan-dari-singapore-garing-dan-migrain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Raissa Nafisa Arvianti</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/12/07/raissa-nafisa-arvianti/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/12/07/raissa-nafisa-arvianti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 15:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<category><![CDATA[Raissa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.devtom.com/2007/12/07/raissa-nafisa-arvianti/</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan memang bisa membuat orang lupa, atau malah sama sekali tidak sempat untuk melakukan sesuatu, termasuk meng-update blog. Tapi kalau sampai lupa meng-update blog untuk momen penting yang merupakan pengalaman luar biasa, seperti kelahiran anak, sepertinya itu sudah agak keterlaluan, hehehehe&#8230;
Alhamdulillah, sekitar tiga minggu yang lalu, atau tepatnya sejak tanggal 17 November 2007 jam 08.30 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tom" align="left" hspace="10" vspace="5" />Kesibukan memang bisa membuat orang lupa, atau malah sama sekali tidak sempat untuk melakukan sesuatu, termasuk meng-update blog. Tapi kalau sampai lupa meng-update blog untuk momen penting yang <a href="http://www.devtom.com/2007/04/02/apakah-ini-tanda-tandanya/">merupakan pengalaman luar biasa</a>, seperti kelahiran anak, sepertinya itu sudah agak keterlaluan, hehehehe&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah, sekitar tiga minggu yang lalu, atau tepatnya sejak tanggal 17 November 2007 jam 08.30 WIB, aku dan Devi dikaruniai seorang putri mungil cantik yang sehat. Lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 47 cm di RSB YPK Menteng, Jakarta, melalui proses operasi caesar yang memakan waktu kurang lebih 20 menit saja.</p>
<p>Sesuai dengan perkiraanku jauh-jauh hari sebelumnya, yang memperkirakan kalau kami akan dikaruniai seorang anak perempuan, aku memberi nama anak kami ini <strong>Raissa Nafisa Arvianti</strong>.</p>
<p>Raissa sendiri dalam bahasa Arab berarti &#8220;seorang pemimpin perempuan&#8221;, sedangkan Nafisa dalam bahasa Arab juga bisa berarti &#8220;yang paling berharga&#8221;, sementara Arvianti merupakan singkatan dari nama depanku dan nama lengkap Devi. Jadi secara harafiah Raissa Nafisa Arvianti berarti seorang pemimpin perempuan yang paling berharga dan merupakan putri dari Tom dan Dev.</p>
<p>Orang bijak mengatakan bahwa nama anak sesungguhnya adalah perwujudan dari doa dan harapan dari kedua orangtuanya. Begitu pula yang kami harapkan dari Raissa, agar kelak ia dapat menjadi perempuan yang berguna bagi nusa, bangsa, negara dan juga agamanya.</p>
<p><img src="http://www.devtom.com/images/raissa2.jpg" alt="Raissa" align="center" /></p>
<p>(Sebagian kecil) foto-foto Raissa lainnya <a href="http://www.flickr.com/photos/haryou">bisa dilihat disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/12/07/raissa-nafisa-arvianti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjelang Tanggal 17 November 2007</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/11/15/menjelang-tanggal-17-november-2007/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/11/15/menjelang-tanggal-17-november-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 16:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dev</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sembilan bulan berlalu begitu saja. Nggak terasa hari Sabtu pagi besok putri kecil kami akan lahir. Sebentar lagi saya akan jadi Mama, sementara Mas Tom menjadi Papa :-)
Semoga semuanya berjalan baik dan lancar. Amiiiiinnnn&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/dev.png" alt="Devi" align="left" hspace="10" vspace="5" />Rasanya sembilan bulan berlalu begitu saja. Nggak terasa hari Sabtu pagi besok putri kecil kami akan lahir. Sebentar lagi saya akan jadi Mama, sementara Mas Tom menjadi Papa :-)</p>
<p>Semoga semuanya berjalan baik dan lancar. Amiiiiinnnn&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/11/15/menjelang-tanggal-17-november-2007/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Power Nap: Menjadikan Tidur Siang Lebih Bermanfaat</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/11/12/power-nap-menjadikan-tidur-siang-lebih-bermanfaat/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/11/12/power-nap-menjadikan-tidur-siang-lebih-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 23:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<category><![CDATA[power nap]]></category>

		<category><![CDATA[tidur siang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca posting Ferry di blognya, aku jadi teringat satu pandangan umum dan klasik yang menganggap kalau orang yang tidur siang di kantor adalah orang-orang yang tidak produktif alias pemalas. Yah, mungkin pandangan seperti itu ada benarnya, tapi tidak berarti bisa 100% dianggap benar.
Orang tidur siang di kantor bisa dianggap sebagai pemalas kalau sampai mengabaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tommy" align="left" hspace="10" vspace="5" />Setelah membaca <a href="http://www.feha.web.id/2007/07/06/kuantitas-tidur/">posting Ferry di blognya</a>, aku jadi teringat satu pandangan umum dan klasik yang menganggap kalau orang yang tidur siang di kantor adalah orang-orang yang tidak produktif alias pemalas. Yah, mungkin pandangan seperti itu ada benarnya, tapi tidak berarti bisa 100% dianggap benar.</p>
<p>Orang tidur siang di kantor bisa dianggap sebagai pemalas kalau sampai mengabaikan tanggung jawab pekerjaan, dan yang lebih parahnya lagi, tidur siangnya pun sampai dua jam atau bahkan lebih! <em>(wah, ini sih termasuk tipikal nekat bin muka badak&#8230;)</em></p>
<p>Nah, pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya menjadikan tidur siang di kantor sebagai kegiatan yang aman dan dapat dianggap sebagai selingan yang justru meningkatkan produktifitas kerja?</p>
<p>Berdasarkan pengalaman pribadi, ini beberapa trik yang mungkin bisa membantu untuk menjadikan tidur siang sebagai kegiatan yang lebih bermanfaat dan produktif (bahasa kerennya: <em>power nap</em>) ;</p>
<p><strong>1. Jangan tidur siang lebih dari 30 menit</strong></p>
<p>Pada awalnya pasti akan susah, tapi setelah dibiasakan selama kurang lebih empat sampai tujuh hari terus-menerus, tubuh kita akan terbiasa dengan ritme tidur siang dengan waktu yang singkat seperti itu. Jangan lupa setel alarm handphone sebagai weker, supaya jangan sampai tidurnya <em>bablas</em>.</p>
<p><strong>2. Tidur siang dengan posisi berbaring lebih baik daripada tidur dengan posisi duduk</strong></p>
<p><img src="http://www.devtom.com/images/sleep.jpg" alt="Power Nap" align="right" hspace="10" vspace="5" />Ini agak sulit, tapi pengalamanku membuktikan tidur siang dalam waktu singkat akan lebih efektif kalau tubuh dalam posisi berbaring. Tidur siang dalam posisi duduk bukan hanya membuat badan kurang rileks, tapi juga malah membuat rasa kantuk semakin bertambah.</p>
<p>Konsekuensinya, tidur siang dengan posisi berbaring memang membutuhkan tempat yang relatif luas (apalagi untuk yang punya tubuh &#8216;ekstra luas&#8217; juga). Masjid sering menjadi tempat favorit bagi orang-orang yang ingin tidur siang sehabis sholat dluhur berjamaah, tapi dulu ada juga rekan kantor yang cukup menggelar koran di area tangga darurat untuk tidur&#8230; bahkan ada yang dengan cueknya tidur beralaskan koran di kolong mejanya <em>(buset, pasti dia sering naik kereta api kelas ekonomi&#8230;)</em></p>
<p><strong>3. Istirahat makan siang adalah waktu terbaik untuk tidur</strong></p>
<p>Jangan curi waktu kerja untuk tidur siang kalau tidak ingin dicap sebagai pemalas. Lebih baik percepat makan siang demi mendapatkan 20-30 menit waktu untuk tidur siang.</p>
<p><strong>4. Memakai kaos oblong membuat tidur siang lebih nyaman</strong></p>
<p>Ini sifatnya memang <em>optional</em>, tapi tidur dengan memakai kaos oblong tidak hanya menimbulkan rasa lebih nyaman di badan, tapi juga mencegah kemeja kantor menjadi kusut <em>(ingat ya&#8230; kaos oblong alias t-shirt&#8230; bukan kaos dalam alias singlet!)</em></p>
<p>Apa lagi ya tips lainnya? Hmm&#8230; sementara itu dulu deh, nanti kalau ada yang lain pasti posting ini akan di-update.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/11/12/power-nap-menjadikan-tidur-siang-lebih-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain-main dengan Google Earth</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/11/10/bermain-main-dengan-google-earth/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/11/10/bermain-main-dengan-google-earth/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 03:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<category><![CDATA[Google Earth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya katrok sekali. Setelah sekian lama Google Earth diluncurkan, baru kali ini aku men-download aplikasi yang (katanya) cukup revolusioner ini. Bukannya kenapa-kenapa, dulu aku paling malas men-download aplikasi berukuran lebih dari 20 MB, apalagi kalau aplikasi itu dirasa kurang diperlukan.
Tapi rasa penasaran memang bisa mengalahkan segalanya. Apalagi setelah mengecek quota bandwidth Telkom Speedy untuk bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tommy" align="left" hspace="10" vspace="5" />Rasanya <em>katrok</em> sekali. Setelah sekian lama <a href="http://earth.google.com">Google Earth</a> diluncurkan, baru kali ini aku men-download aplikasi yang (katanya) cukup revolusioner ini. Bukannya kenapa-kenapa, dulu aku paling malas men-download aplikasi berukuran lebih dari 20 MB, apalagi kalau aplikasi itu dirasa kurang diperlukan.</p>
<p>Tapi rasa penasaran memang bisa mengalahkan segalanya. Apalagi setelah mengecek quota bandwidth <a href="http://www.telkomspeedy.com">Telkom Speedy</a> untuk bulan ini yang memang baru dimanfaatkan sedikit, akhirnya pagi tadi aku sukses juga men-download aplikasi yang total berukuran lebih dari 22 MB ini dan mencoba melakukan instalasi di laptop dengan sistem operasi <a href="http://www.ubuntu.com">Linux Ubuntu</a>.</p>
<p>Untungnya setelah proses instalasi selesai, aplikasi Google Earth ini bisa dijalankan tanpa masalah di laptop, dengan catatan: tidak dalam mode full screen. Karena sepertinya untuk dijalankan dalam mode full screen, Google Earth membutuhkan hardware dengan processor, RAM, video card dan juga koneksi internet yang spesifikasinya jauh lebih tinggi.</p>
<p>Setelah keliling dunia kesana-kemari, tidak afdhol rasanya kalau belum mengetahui posisi detail rumah sendiri melalui Google Earth, dan inilah hasil screenshot-nya :-)</p>
<p align="center">
<img src="http://www.devtom.com/images/earth.jpg" alt="Hasil Tes Pertama" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/11/10/bermain-main-dengan-google-earth/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Contoh Iklan Satu Menit yang Selalu Ditunggu</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/07/06/contoh-iklan-satu-menit-yang-selalu-ditunggu/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/07/06/contoh-iklan-satu-menit-yang-selalu-ditunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 14:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<category><![CDATA[iklan televisi]]></category>

		<category><![CDATA[pierce brosnan]]></category>

		<category><![CDATA[visa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sedemikian banyak tayangan iklan setiap harinya, rasanya cukup jarang ada iklan di televisi Indonesia yang menarik untuk ditonton dan kehadirannya selalu ditunggu, entah itu karena lucu, atau karena memang sangat mengesankan. Kebanyakan justru masuk kategori &#8216;menyedihkan&#8217;.
Jangankan iklan dengan spot 30 detik, iklan 10 detik pun saat ini banyak sekali yang begitu membosankan. Nah, iklan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tommy" align="left" hspace="10" vspace="5" />Sedemikian banyak tayangan iklan setiap harinya, rasanya cukup jarang ada iklan di televisi Indonesia yang menarik untuk ditonton dan kehadirannya selalu ditunggu, entah itu karena lucu, atau karena memang sangat mengesankan. Kebanyakan justru masuk kategori &#8216;menyedihkan&#8217;.</p>
<p>Jangankan iklan dengan spot 30 detik, iklan 10 detik pun saat ini banyak sekali yang begitu membosankan. Nah, iklan yang satu ini memberi contoh bagaimana sebuah iklan bisa membuat satu menit berlalu begitu cepat.</p>
<p>Terus terang aku orang awam dalam dunia periklanan, tapi sebagai penonton (yang notabene merupakan target audiens dari iklan), aku berpandangan kalau iklan ini (dulu) bisa dikatakan sebagai sebuah iklan yang sukses dan selalu ditunggu karena memenuhi tiga prinsip dasar untuk &#8216;merebut&#8217; perhatian penonton, yaitu: bintang film populer sebagai model iklan (Pierce Brosnan), mendramatisir cerita yang dekat dengan keseharian (menembus kemacetan),  dan yang paling penting adalah&#8230; unsur komedinya cukup kental.</p>
<p>Dari semua iklan televisi produk kartu kredit Visa, iklan inilah yang selalu jadi favorit-ku&#8230; :P</p>
<p align="center"><object width="425" height="350"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Giq6L-jF4JY"></param><param name="wmode" value="transparent"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Giq6L-jF4JY" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="350"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/07/06/contoh-iklan-satu-menit-yang-selalu-ditunggu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Posting Baru dan Keyword &#8220;Piala Asia 2007&#8243; di Google</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/06/29/posting-baru-dan-keyword-piala-asia-2007-di-google/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/06/29/posting-baru-dan-keyword-piala-asia-2007-di-google/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 02:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[piala asia 2007]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun baru ditulis sekitar dua hari yang lalu, posting ini ternyata sudah muncul di halaman 1 dan 2 SERP Google untuk keywords &#8220;Tiket Piala Asia 2007&#8243;, &#8220;Menonton Piala Asia 2007&#8243;, dan &#8220;Piala Asia 2007&#8243;. Semoga bermanfaat untuk informasi menjelang Piala Asia 2007 di Jakarta.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tommy" align="left" hspace="10" vspace="5" />Meskipun baru ditulis sekitar dua hari yang lalu, <a href="http://www.devtom.com/2007/06/27/menjelang-piala-asia-2007-tip-trik-menonton-di-stadion-utama-senayan/">posting ini</a> ternyata sudah muncul di halaman 1 dan 2 <acronym title="Search Engine Result Pages">SERP</acronym> Google untuk <em>keywords</em> <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&#038;q=tiket+piala+asia+2007&#038;btnG=Telusuri+dengan+Google&#038;meta=">&#8220;Tiket Piala Asia 2007&#8243;</a>, <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&#038;q=menonton+piala+asia+2007&#038;btnG=Telusuri+dengan+Google&#038;meta=">&#8220;Menonton Piala Asia 2007&#8243;</a>, dan <a href="http://www.google.co.id/search?q=piala+asia+2007&#038;hl=id&#038;start=0&#038;sa=N">&#8220;Piala Asia 2007&#8243;</a>. Semoga bermanfaat untuk informasi menjelang Piala Asia 2007 di Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/06/29/posting-baru-dan-keyword-piala-asia-2007-di-google/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>(Menjelang Piala Asia 2007) Tip &#038; Trik Menonton di Stadion Utama Senayan</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/06/27/menjelang-piala-asia-2007-tip-trik-menonton-di-stadion-utama-senayan/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/06/27/menjelang-piala-asia-2007-tip-trik-menonton-di-stadion-utama-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 05:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<category><![CDATA[piala asia 2007]]></category>

		<category><![CDATA[stadion utama senayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa ada angin atau hujan, minggu lalu tiba-tiba muncul ide untuk menjadi supporter tim nasional sepakbola Indonesia sewaktu mereka bertanding melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (dulunya Stadion Utama Senayan), dalam rangka friendly game menjelang pelaksanaan Piala Asia 2007.
Meskipun pertandingan melawan Oman ini sifatnya hanya pertandingan persahabatan sekaligus ujicoba, tapi harus diakui hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tommy" align="left" hspace="10" vspace="5" />Tanpa ada angin atau hujan, minggu lalu tiba-tiba muncul ide untuk menjadi supporter tim nasional sepakbola Indonesia sewaktu mereka bertanding melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (dulunya Stadion Utama Senayan), dalam rangka <em>friendly game</em> menjelang pelaksanaan Piala Asia 2007.</p>
<p>Meskipun pertandingan melawan Oman ini sifatnya hanya pertandingan persahabatan sekaligus ujicoba, tapi harus diakui hasil cukup baik yang diperoleh timnas Indonesia sewaktu melawan timnas U-23 Jamaika beberapa hari sebelumnya (Indonesia menang dengan skor 2-1) sudah cukup untuk membuat aku akhirnya tertarik datang ke Senayan demi memberi dukungan secara langsung bagi timnas Indonesia.</p>
<p>Kalau diingat-ingat lagi, terakhir kalinya aku mendukung timnas Indonesia secara langsung di Senayan adalah sekitar tahun 1988. Waktu itu Indonesia bertanding dalam kualifikasi Piala Asia. Aku bersama Si Papi menonton dua pertandingan, yang pertama adalah Indonesia melawan Kuwait, hasilnya seri 0-0. Lalu beberapa hari kemudian aku menonton Indonesia melawan raksasa sepakbola Asia, Korea Selatan, hasil akhirnya Indonesia kalah 0-4. Aku ingat betul, karena setelah Indonesia kebobolan empat gol, beberapa supporter mulai membakar bangku dan melempar alas tempat duduk tribun VIP timur kearah lapangan.</p>
<p>Tapi terlepas dari soal bakar-bakaran itu, yang lebih berkesan (lebih tepatnya: mengecewakan) untuk anak usia 12 tahun yang waktu itu sangat mengidolakan Ricky Yakobi, Robby Darwis, dan Ponirin Meka, adalah tidak pernah sekalipun bersuka-cita merayakan gol Indonesia. Bagaimana mau bersuka cita dan bersorak-sorai, <em>lha wong</em> dua kali nonton itu Indonesia nggak pernah bikin gol&#8230; malah kebobolan empat gol!</p>
<p>Nah, setelah 19 tahun berlalu&#8230; akhirnya hari Minggu tanggal 24 Juni 2007 kemarin, aku menginjakkan kaki kembali di stadion megah kebanggaan Indonesia ini. Tidak bisa dipungkiri, sekarang Stadion Utama Gelora Bung Karno kondisinya jauh lebih baik dibanding tahun 1988. Atmosfernya memang tetap sama, atmosfer sebuah stadion kuno yang menyimpan banyak kenangan dan sejarah sejak didirikan tahun 1960-an dulu, tapi yang sangat terasa menjelang Piala Asia 2007 bulan Juli yang akan datang (dimana Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama Thailand, Vietnam dan Malaysia) adalah rapinya penampilan stadion secara keseluruhan dan sangat disiplinnya panitia dalam mengatur arus penonton yang akan memasuki stadion.</p>
<p>Dari pengalaman menonton kemarin, yang notabene merupakan gambaran dari pelaksanaan Piala Asia 2007 nanti, aku mencoba menulis <em>review</em> beberapa hal penting untuk diperhatikan, dan memberikan tip serta trik supaya memudahkan teman-teman yang mungkin pada penyelenggaraan Piala Asia 2007 nanti berminat untuk menonton secara langsung di stadion.</p>
<p><strong><font color="red">1. Parkir Kendaraan</font></strong></p>
<p><strong>Tip:</strong> Untuk teman-teman yang membawa motor, tidak ada masalah sama sekali dengan parkir. Banyak tempat parkir dadakan di seputar stadion. Kunci tambahan sangat dianjurkan untuk mencegah motor raib dan amankan juga helm dengan baik.</p>
<p><strong>Tip:</strong> Untuk yang membawa mobil, ada baiknya untuk memarkir kendaraannya sedekat mungkin dengan gerbang keluar komplek Senayan. Bukannya kenapa-kenapa, tapi arus kendaraan (roda dua dan roda empat) yang akan keluar gerbang ketika pertandingan berakhir bisa membuat mobil yang parkir jauh kedalam komplek terhambat kemacetan luar biasa ketika akan keluar. Jangan mengomel kalau kemacetan itu bisa membuat anda baru bisa keluar komplek Senayan satu jam setelah anda memasuki mobil.</p>
<p><strong>Trik:</strong> Untuk mengatasi masalah tarif parkir &#8216;liar&#8217;, lebih baik parkir kendaraan sedikit jauh dari stadion dimana ada beberapa tukang parkir yang biasa menjaga area-area tertentu dengan tarif yang jauh lebih wajar (seribu rupiah untuk motor dan dua ribu rupiah untuk mobil). Beberapa area yang aku rekomendasikan adalah: area parkir lapangan basket ABC, area parkir seberang lapangan softball, area parkir lapangan panahan (di seberang lapangan basket), area parkir Hall Basket, atau area parkir Taman Ria Senayan dan area parkir Hotel Atlet Century (dengan tarif resmi dari Secure Parking, berkisar dua ribu rupiah per jam).</p>
<p><strong><font color="red">2. Membeli Tiket</font></strong></p>
<p><strong>Tip:</strong> Sangat dianjurkan untuk membeli tiket resmi di loket-loket seputar stadion paling tidak satu jam sebelum pertandingan dimulai, dan tidak dianjurkan untuk membeli dari calo yang (masih juga) banyak berkeliaran disana. Meskipun kemarin penonton cukup banyak, tapi karena diimbangi dengan jumlah loket yang sangat memadai, hampir tidak ada antrian pembeli tiket yang panjangnya melebihi lima meter. Salut untuk panitia pertandingan!</p>
<p><strong>Tip:</strong> Dengan pilihan harga tiket yang beragam, dimana tempat duduk yang paling oke didalam stadion? Secara pribadi, tempat duduk terbaik di Stadion Utama Senayan adalah di tribun VIP timur atau tribun VIP barat dengan harga tiket berkisar seratus ribu sampai dua ratus ribu rupiah. Tapi kalau ingin yang lebih irit, tersedia juga tiket kategori 2 dengan posisi di kanan kiri tribun VIP dengan harga tiket berkisar lima puluh sampai tujuh puluh lima ribu rupiah. Masih ingin yang lebih irit lagi? Ada tiket kategori 3 dengan harga tiket berkisar tiga puluh ribu rupiah, dengan posisi tribun menghadap sudut lapangan. Sementara tribun di belakang gawang meski harga tiketnya paling murah (berkisar sepuluh sampai lima belas ribu rupiah) kurang dianjurkan, karena biasanya tempat itu merupakan tempat langganan JakMania (supporter klub Persija Jakarta) yang selalu rutin memberi dukungan tiap kali timnas bermain di Stadion Utama Senayan.</p>
<p><strong>Trik:</strong> Kalau ingin mendapat tiket lebih mudah dan murah, meski selisih harganya tidak signifikan (karena hanya lebih murah lima sampai sepuluh ribu rupiah), <a href="http://www.the-afc.com/english/asianCupTicketing/default.asp?action=ticketPrice">teman-teman bisa juga membeli tiket secara online dengan kartu kredit</a>.</p>
<p><strong><font color="red">3. Makanan &#038; Minuman</font></strong></p>
<p><strong>Tip:</strong> Dianjurkan membawa minuman dan snack ringan dari rumah karena tidak ada lagi pedagang asongan yang berkeliling di dalam stadion, sementara yang berdagang di luar stadion biasanya mematok harga cukup mahal untuk makanan dan minuman yang dijualnya.</p>
<p><strong>Trik:</strong> Untuk mencegah pelemparan botol ke lapangan, biasanya panitia melarang penonton membawa minuman dalam kemasan botol. Akan lebih baik kalau membawa minuman dalam kemasan gelas plastik agar lolos dari pemeriksaan panitia di pintu masuk stadion.</p>
<p><strong><font color="red">4. Sebelum &#038; Selama Pertandingan Berlangsung</font></strong></p>
<p><strong>Tip:</strong> Bila timnas Indonesia yang bermain, boleh dibilang suasana &#8216;aman sentosa&#8217; tanpa ada huru-hara. Pengamanan di sekitar lapangan dan sekitar tribun pun cukup baik, sehingga bukan pemandangan aneh kalau banyak orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk menonton, bahkan penonton wanita pun cukup banyak. Jadi tidak ada salahnya kalau teman-teman mengajak keponakan, putra-putri, pacar atau istri untuk datang ke stadion. Dijamin aman pokoknya!</p>
<p><strong>Tip:</strong> Berdirilah ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan ikutlah bernyanyi dengan penuh semangat. Percayalah, dengan suasana yang ada, rasa patriotisme dan nasionalisme pasti berkobar&#8230; :P</p>
<p><strong>Trik:</strong> Hafalkan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya kalau ada yang belum hafal!<br />
<em>Dasar kebangetan lu&#8230; Indonesia Raya aja nggak apal&#8230;</em></p>
<p><strong><font color="red">5. Setelah Selesai Pertandingan</font></strong></p>
<p><strong>Tip:</strong> Pintu keluar tersedia cukup banyak, jadi tidak perlu terburu-buru keluar stadion untuk menghindari keluar berdesakan dengan penonton lainnya. Santai saja&#8230;</p>
<p><strong>Tip:</strong> Jangan tinggalkan sisa makanan atau minuman di dalam stadion, masukkan semuanya dalam tas kresek dan buang di tempat sampah yang tersedia di luar stadion. Ingat, kebiasaan orang Indonesia yang paling jelek adalah membuang sampah sembarangan dimanapun mereka berada! (kecuali ketika mereka berada di Singapura)</p>
<p><strong>Trik:</strong> Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan adalah lebih baik. Jadi selalu waspada dan jaga dengan seksama barang-barang yang dibawa, seperti: dompet, hp, atau kamera.</p>
<p>Nah, semoga sedikit tip dan trik ini bisa membantu teman-teman yang sebetulnya ingin mendukung timnas Indonesia di Senayan pada Piala Asia 2007 nanti, tapi masih ragu untuk hadir karena berbagai alasan.</p>
<p>Biarpun penampilannya (sering) menjengkelkan&#8230; <strong>dukung terus timnas Indonesia!!!</strong></p>
<p><strong>P.S.</strong> Dalam pertandingan melawan Oman kemarin, Indonesia kalah 0-1. Jadi lengkaplah <em>hattrick</em> yang aku buat&#8230; tiga kali hadir di Senayan tanpa sekalipun Indonesia bisa mencetak gol. <em>Damn!</em></p>
<p><strong>P.P.S - Update (3 Juli 2007)</strong> Informasi soal tiket di posting ini ternyata kurang akurat, karena pembagian alokasi tribun dan kategori tiket untuk pelaksanaan Piala Asia 2007 nanti jadi sangat berbeda dengan pertandingan ujicoba. Untuk informasi yang lebih komplit soal tiket, <a href="http://elzafir.wordpress.com/2007/06/24/tiket-piala-asia-2007/">silakan baca di blog bapak ini saja</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/06/27/menjelang-piala-asia-2007-tip-trik-menonton-di-stadion-utama-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Ini Tanda-tandanya?</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/04/02/apakah-ini-tanda-tandanya/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/04/02/apakah-ini-tanda-tandanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<category><![CDATA[test pack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/img_0592.jpg" alt="Hasil Tes Pertama" /></p>
<p><img src="http://www.devtom.com/images/img_0591.jpg" alt="Hasil Tes Kedua" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/04/02/apakah-ini-tanda-tandanya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome to Our New Home</title>
		<link>http://www.devtom.com/2007/02/20/welcome-to-our-new-home/</link>
		<comments>http://www.devtom.com/2007/02/20/welcome-to-our-new-home/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2007 04:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://devtom.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tertunda beberapa minggu, akhirnya rumah baru untuk aku dan Devi selesai dikerjakan juga, siap ditempati meski masih perlu penambahan disana-sini. Rumah baru itu memang bukan rumah dalam arti sebenarnya, karena rumah yang aku maksudkan adalah &#8220;rumah maya&#8221; alias blog ini. 
Memang dari dulu Devi selalu ingin punya blog sendiri. Beberapa bulan yang lalu dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devtom.com/images/tom.png" alt="Tommy" align="left" hspace="10" vspace="5" />Setelah tertunda beberapa minggu, akhirnya rumah baru untuk aku dan Devi selesai dikerjakan juga, siap ditempati meski masih perlu penambahan disana-sini. <a href="http://www.modestmind.com/2007/01/30/rencana-pindah-ke-rumah-baru/trackback/">Rumah baru itu</a> memang bukan rumah dalam arti sebenarnya, karena rumah yang aku maksudkan adalah &#8220;rumah maya&#8221; alias blog ini. <span id="more-6"></span></p>
<p>Memang dari dulu Devi selalu ingin punya blog sendiri. Beberapa bulan yang lalu dia pernah mencoba membuat blog di <a href="http://www.friendster.com" alt="Friendster">Friendster</a>, tapi sebagaimana halnya blog gratisan (apalagi blog yang ada di Friendster), banyak keterbatasan yang rasanya membuat blogging itu bukannya menjadi sesuatu yang menyenangkan, tapi malah jadi lebih banyak merepotkan.</p>
<p>Sekarang dengan adanya blog ini, yang resmi jadi milik sendiri, dia bisa menulis kapan pun dia mau, tanpa ada batasan apapun. Lagipula ada enaknya juga kalau satu blog dipakai berdua, karena bisa dipastikan blog ini akan jarang hiatus dalam waktu yang lama. Seandainya salah satu sedang sibuk atau sedang malas menulis, yang satunya bisa langsung menggantikan. Tapi bagaimana kalau dua-duanya sedang sibuk atau sedang malas menulis? Yah, mau bagaimana lagi? Itu sih namanya musibah, hehehe&#8230;</p>
<p>Lalu bagaimana dengan <a href="http://www.modestmind.com" alt="Modest Mind">Modest Mind</a>? Sepertinya blog itu akan tetap online, hanya mungkin semakin jarang di-update karena pemiliknya lebih memilih untuk tinggal di rumah barunya&#8230; bersama sang istri tercinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.devtom.com/2007/02/20/welcome-to-our-new-home/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
