Siapa bilang kerja di negeri orang itu selalu menyenangkan? Belum tentu, bung! Nggak percaya? Coba aja tanya kepada tenaga kerja wanita dari Indonesia yang sering mendapat perlakuan tidak wajar dari majikannya di luar negeri sana. Meski tidak sampai se-ekstrim itu, tapi aku juga tidak menemukan kebahagiaan bekerja di negeri orang.
Mungkin yang jadi penyebabnya adalah berjauhan dari keluarga. Dulu waktu aku masih kuliah, tinggal sendiri bukanlah menjadi sebuah masalah besar. Delapan tahun aku lewati dengan tinggal sendirian dan mengurus segala sesuatunya seorang diri.
Tapi ternyata setelah berkeluarga, ditambah dengan kehadiran Raissa, tinggal seorang diri menjadi sesuatu yang sangat menyiksa batin dan secara sadar aku akui kalau itu sedikit banyak mempengaruhi performa kerjaku selama di Singapore. Bagaimana mau bekerja dengan baik, kalau setiap malam ingat anak dan istri? Yang ada di kantor malah uring-uringan nggak keruan… :(
Akhirnya dengan inisiatif sendiri aku mengajukan surat permohonan untuk mengundurkan diri dengan alasan ingin lebih dekat dengan keluarga di Jakarta. Meski (kelihatannya) sedikit berat, tapi atasanku akhirnya mengijinkan karena dia pun berpendapat sama: keluarga diatas segala-galanya.
Untungnya begitu aku kembali ke Jakarta, tidak perlu menunggu terlalu lama sebelum aku akhirnya bekerja kembali, dan terhitung sejak bulan April 2008 lalu, aku resmi bekerja sebagai Recruitment Consultant di Monroe Consulting Group.
So far so good… aku sangat menikmati pekerjaan ini, dan yang lebih penting adalah setiap kali pulang kantor, aku bisa melihat senyum cantik Raissa yang selalu bertepuk tangan ceria kalau melihat papanya pulang.
Berarti memang betul… gengsi dan penghasilan besar tidak bisa menjamin sebuah kebahagiaan sejati. Untuk aku pribadi, kebahagiaan sejati adalah bekerja dengan ikhlas sepenuh hati dalam pekerjaan yang memang aku sukai dan selalu dekat dengan anak istri.
I love my daughter… I love my wife… I love my family… and I love Jakarta!
dwiagus responded on 01 Aug 2008 at 6:52 pm #
mantap juga keliatannya tempat kerjanya yang baru, Tom..
HR Outsourcing atau Headhunter (yang klasifikasinya expert) ya?