TommyTanpa ada angin atau hujan, minggu lalu tiba-tiba muncul ide untuk menjadi supporter tim nasional sepakbola Indonesia sewaktu mereka bertanding melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (dulunya Stadion Utama Senayan), dalam rangka friendly game menjelang pelaksanaan Piala Asia 2007.

Meskipun pertandingan melawan Oman ini sifatnya hanya pertandingan persahabatan sekaligus ujicoba, tapi harus diakui hasil cukup baik yang diperoleh timnas Indonesia sewaktu melawan timnas U-23 Jamaika beberapa hari sebelumnya (Indonesia menang dengan skor 2-1) sudah cukup untuk membuat aku akhirnya tertarik datang ke Senayan demi memberi dukungan secara langsung bagi timnas Indonesia.

Kalau diingat-ingat lagi, terakhir kalinya aku mendukung timnas Indonesia secara langsung di Senayan adalah sekitar tahun 1988. Waktu itu Indonesia bertanding dalam kualifikasi Piala Asia. Aku bersama Si Papi menonton dua pertandingan, yang pertama adalah Indonesia melawan Kuwait, hasilnya seri 0-0. Lalu beberapa hari kemudian aku menonton Indonesia melawan raksasa sepakbola Asia, Korea Selatan, hasil akhirnya Indonesia kalah 0-4. Aku ingat betul, karena setelah Indonesia kebobolan empat gol, beberapa supporter mulai membakar bangku dan melempar alas tempat duduk tribun VIP timur kearah lapangan.

Tapi terlepas dari soal bakar-bakaran itu, yang lebih berkesan (lebih tepatnya: mengecewakan) untuk anak usia 12 tahun yang waktu itu sangat mengidolakan Ricky Yakobi, Robby Darwis, dan Ponirin Meka, adalah tidak pernah sekalipun bersuka-cita merayakan gol Indonesia. Bagaimana mau bersuka cita dan bersorak-sorai, lha wong dua kali nonton itu Indonesia nggak pernah bikin gol… malah kebobolan empat gol!

Nah, setelah 19 tahun berlalu… akhirnya hari Minggu tanggal 24 Juni 2007 kemarin, aku menginjakkan kaki kembali di stadion megah kebanggaan Indonesia ini. Tidak bisa dipungkiri, sekarang Stadion Utama Gelora Bung Karno kondisinya jauh lebih baik dibanding tahun 1988. Atmosfernya memang tetap sama, atmosfer sebuah stadion kuno yang menyimpan banyak kenangan dan sejarah sejak didirikan tahun 1960-an dulu, tapi yang sangat terasa menjelang Piala Asia 2007 bulan Juli yang akan datang (dimana Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama Thailand, Vietnam dan Malaysia) adalah rapinya penampilan stadion secara keseluruhan dan sangat disiplinnya panitia dalam mengatur arus penonton yang akan memasuki stadion.

Dari pengalaman menonton kemarin, yang notabene merupakan gambaran dari pelaksanaan Piala Asia 2007 nanti, aku mencoba menulis review beberapa hal penting untuk diperhatikan, dan memberikan tip serta trik supaya memudahkan teman-teman yang mungkin pada penyelenggaraan Piala Asia 2007 nanti berminat untuk menonton secara langsung di stadion.

1. Parkir Kendaraan

Tip: Untuk teman-teman yang membawa motor, tidak ada masalah sama sekali dengan parkir. Banyak tempat parkir dadakan di seputar stadion. Kunci tambahan sangat dianjurkan untuk mencegah motor raib dan amankan juga helm dengan baik.

Tip: Untuk yang membawa mobil, ada baiknya untuk memarkir kendaraannya sedekat mungkin dengan gerbang keluar komplek Senayan. Bukannya kenapa-kenapa, tapi arus kendaraan (roda dua dan roda empat) yang akan keluar gerbang ketika pertandingan berakhir bisa membuat mobil yang parkir jauh kedalam komplek terhambat kemacetan luar biasa ketika akan keluar. Jangan mengomel kalau kemacetan itu bisa membuat anda baru bisa keluar komplek Senayan satu jam setelah anda memasuki mobil.

Trik: Untuk mengatasi masalah tarif parkir ‘liar’, lebih baik parkir kendaraan sedikit jauh dari stadion dimana ada beberapa tukang parkir yang biasa menjaga area-area tertentu dengan tarif yang jauh lebih wajar (seribu rupiah untuk motor dan dua ribu rupiah untuk mobil). Beberapa area yang aku rekomendasikan adalah: area parkir lapangan basket ABC, area parkir seberang lapangan softball, area parkir lapangan panahan (di seberang lapangan basket), area parkir Hall Basket, atau area parkir Taman Ria Senayan dan area parkir Hotel Atlet Century (dengan tarif resmi dari Secure Parking, berkisar dua ribu rupiah per jam).

2. Membeli Tiket

Tip: Sangat dianjurkan untuk membeli tiket resmi di loket-loket seputar stadion paling tidak satu jam sebelum pertandingan dimulai, dan tidak dianjurkan untuk membeli dari calo yang (masih juga) banyak berkeliaran disana. Meskipun kemarin penonton cukup banyak, tapi karena diimbangi dengan jumlah loket yang sangat memadai, hampir tidak ada antrian pembeli tiket yang panjangnya melebihi lima meter. Salut untuk panitia pertandingan!

Tip: Dengan pilihan harga tiket yang beragam, dimana tempat duduk yang paling oke didalam stadion? Secara pribadi, tempat duduk terbaik di Stadion Utama Senayan adalah di tribun VIP timur atau tribun VIP barat dengan harga tiket berkisar seratus ribu sampai dua ratus ribu rupiah. Tapi kalau ingin yang lebih irit, tersedia juga tiket kategori 2 dengan posisi di kanan kiri tribun VIP dengan harga tiket berkisar lima puluh sampai tujuh puluh lima ribu rupiah. Masih ingin yang lebih irit lagi? Ada tiket kategori 3 dengan harga tiket berkisar tiga puluh ribu rupiah, dengan posisi tribun menghadap sudut lapangan. Sementara tribun di belakang gawang meski harga tiketnya paling murah (berkisar sepuluh sampai lima belas ribu rupiah) kurang dianjurkan, karena biasanya tempat itu merupakan tempat langganan JakMania (supporter klub Persija Jakarta) yang selalu rutin memberi dukungan tiap kali timnas bermain di Stadion Utama Senayan.

Trik: Kalau ingin mendapat tiket lebih mudah dan murah, meski selisih harganya tidak signifikan (karena hanya lebih murah lima sampai sepuluh ribu rupiah), teman-teman bisa juga membeli tiket secara online dengan kartu kredit.

3. Makanan & Minuman

Tip: Dianjurkan membawa minuman dan snack ringan dari rumah karena tidak ada lagi pedagang asongan yang berkeliling di dalam stadion, sementara yang berdagang di luar stadion biasanya mematok harga cukup mahal untuk makanan dan minuman yang dijualnya.

Trik: Untuk mencegah pelemparan botol ke lapangan, biasanya panitia melarang penonton membawa minuman dalam kemasan botol. Akan lebih baik kalau membawa minuman dalam kemasan gelas plastik agar lolos dari pemeriksaan panitia di pintu masuk stadion.

4. Sebelum & Selama Pertandingan Berlangsung

Tip: Bila timnas Indonesia yang bermain, boleh dibilang suasana ‘aman sentosa’ tanpa ada huru-hara. Pengamanan di sekitar lapangan dan sekitar tribun pun cukup baik, sehingga bukan pemandangan aneh kalau banyak orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk menonton, bahkan penonton wanita pun cukup banyak. Jadi tidak ada salahnya kalau teman-teman mengajak keponakan, putra-putri, pacar atau istri untuk datang ke stadion. Dijamin aman pokoknya!

Tip: Berdirilah ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan ikutlah bernyanyi dengan penuh semangat. Percayalah, dengan suasana yang ada, rasa patriotisme dan nasionalisme pasti berkobar… :P

Trik: Hafalkan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya kalau ada yang belum hafal!
Dasar kebangetan lu… Indonesia Raya aja nggak apal…

5. Setelah Selesai Pertandingan

Tip: Pintu keluar tersedia cukup banyak, jadi tidak perlu terburu-buru keluar stadion untuk menghindari keluar berdesakan dengan penonton lainnya. Santai saja…

Tip: Jangan tinggalkan sisa makanan atau minuman di dalam stadion, masukkan semuanya dalam tas kresek dan buang di tempat sampah yang tersedia di luar stadion. Ingat, kebiasaan orang Indonesia yang paling jelek adalah membuang sampah sembarangan dimanapun mereka berada! (kecuali ketika mereka berada di Singapura)

Trik: Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan adalah lebih baik. Jadi selalu waspada dan jaga dengan seksama barang-barang yang dibawa, seperti: dompet, hp, atau kamera.

Nah, semoga sedikit tip dan trik ini bisa membantu teman-teman yang sebetulnya ingin mendukung timnas Indonesia di Senayan pada Piala Asia 2007 nanti, tapi masih ragu untuk hadir karena berbagai alasan.

Biarpun penampilannya (sering) menjengkelkan… dukung terus timnas Indonesia!!!

P.S. Dalam pertandingan melawan Oman kemarin, Indonesia kalah 0-1. Jadi lengkaplah hattrick yang aku buat… tiga kali hadir di Senayan tanpa sekalipun Indonesia bisa mencetak gol. Damn!

P.P.S - Update (3 Juli 2007) Informasi soal tiket di posting ini ternyata kurang akurat, karena pembagian alokasi tribun dan kategori tiket untuk pelaksanaan Piala Asia 2007 nanti jadi sangat berbeda dengan pertandingan ujicoba. Untuk informasi yang lebih komplit soal tiket, silakan baca di blog bapak ini saja.